Sudah 2 bulan lebih aku berada di Mesir. Negeri yang unik, negeri
seribu menara, negeri yang menyimpan banyak sejarah. Negeri dimana para nabi
dan rosul pernah tinggal, namun juga negeri para penguasa lalim pernah berkuasa.
Mesir memang masih menjadi salah satu tujuan favorit tempat melanjutkan
studi para pelajar Indonesia. Tahun ini saja sekitar
437-an mahasiswa yang lulus seleksi Kementrian agama berangkat ke mesir untuk
kuliah, dan aku adalah satu diantara mereka. Bayangkan, setelah diseleksi saja sudah
sebanyak itu, apalagi jika tanpa melalui seleksi, mungkin bisa mencapai angka
ribuan, atau bahkan lebih.
Al Azhar, sebuah universitas
yang sudah tidak asing di mata masyarakat Indonesia, merupakan salah satu
universitas tertua di dunia, yang telah melahirkan ratusan cendekiawan muslim,
para ulama, dan para pengemban dakwah islam dari berbagai Negara. Dan mungkin itu
lah yang menjadi salah satu daya tarik dari negeri ini, negeri kinanah, negeri
unik penuh kejutan nan mempesona.
Ini bukanlah perjalanan ke
luar negeri perdanaku, sebelumnya pernah
merasakan bagaimana indahnya negeri syam, negeri yang diberkahi, negeri yang
menjadi saksi kejayaan islam pada saat itu . Ibarat menatap Suriah dari Mesir. Rasanya mengunjungi Mesir seperti
mengingat kembali bagaimana 4 tahun yang lalu kaki ini menapaki negeri syam. Perjalanan yang luar biasa menakjubkan, membuat siapapun yang pernah
mengalaminya pasti ingin mengulangnya kembali.
Usiaku masih 16 tahun saat itu, usia yang cukup muda untuk memulai
safari ilmu mancanegara, menimba ilmu ke negeri orang. Doaku dahulu untuk bisa keliling
dunia kini rasanya telah mulai terkabulkan. Saya selalu yakin bahwa keinginan
yang kuat ditambah usaha yang maksimal, dan dimantapkan dengan doa, akan
mewujudkan segala yang kita impikan. Sejak belajar di pondok pesantren, aku memliki impian untuk melanjutkan studi ke
timur tengah, karena yang ada di benakku, di kawasan itulah islam lahir, al
qur’an diturunkan, para nabi dan rosul berdakwah, dan tentunya juga negeri yang
berbahasa arab, bahasa utama penunjang seorang muslim untuk menyelami luasnya
lautan kelimuan islam.
Alhamdulillah, saat kelas 3
Aliyah semester pertama, Allah mewujudkan mimpiku . Aku dinyatakan lulus
seleksi untuk mengikuti program “ pengiriman santri ke luar negeri tahun 2010”
kerjasama kementrian agama Republik Indonesia
dengan kementrian waqaf Republik Arab Suriah. Ternyata Allah lebih
dahulu memilih negeri Syam untuku. Dan segala puji bagi-Nya yang telah
memudahkanku untuk melewati 2 tahap seleksi kementrian agama di Bandung dan
Jakarta.
Sesuatu yang lebih menggembirakan lagi adalah, bahwa aku tidak perlu mengeluarkan sedikitpun biaya untuk keberangkatan, dan tentunya tidak perlu membebani orang tua dengan biaya ke luar negeri yang pastinya tidak sedikit. aku hanya perlu menyiapkan berbagai perlengkapan pribadi, bekal hidup, dan tentunya persiapan mental menghadapi suasana yang akan serba asing.
Sesuatu yang lebih menggembirakan lagi adalah, bahwa aku tidak perlu mengeluarkan sedikitpun biaya untuk keberangkatan, dan tentunya tidak perlu membebani orang tua dengan biaya ke luar negeri yang pastinya tidak sedikit. aku hanya perlu menyiapkan berbagai perlengkapan pribadi, bekal hidup, dan tentunya persiapan mental menghadapi suasana yang akan serba asing.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar