Selasa, 27 Januari 2015

Menatap Suriah dari Mesir


Sudah 2 bulan lebih aku berada di Mesir. Negeri yang unik, negeri seribu menara, negeri yang menyimpan banyak sejarah. Negeri dimana para nabi dan rosul pernah tinggal, namun juga negeri para penguasa lalim pernah berkuasa. Mesir memang masih menjadi salah satu tujuan favorit tempat melanjutkan studi   para pelajar Indonesia. Tahun ini saja sekitar 437-an mahasiswa yang lulus seleksi Kementrian agama berangkat ke mesir untuk kuliah, dan aku adalah satu diantara mereka. Bayangkan, setelah diseleksi saja sudah sebanyak itu, apalagi jika tanpa melalui seleksi, mungkin bisa mencapai angka ribuan, atau bahkan lebih.
 Al Azhar, sebuah universitas yang sudah tidak asing di mata masyarakat Indonesia, merupakan salah satu universitas tertua di dunia, yang telah melahirkan ratusan cendekiawan muslim, para ulama, dan para pengemban dakwah islam dari berbagai Negara. Dan mungkin itu lah yang menjadi salah satu daya tarik dari negeri ini, negeri kinanah, negeri unik penuh kejutan nan mempesona.
 Ini bukanlah perjalanan ke luar negeri perdanaku, sebelumnya  pernah merasakan bagaimana indahnya negeri syam, negeri yang diberkahi, negeri yang menjadi saksi kejayaan islam pada saat itu . Ibarat menatap Suriah dari Mesir. Rasanya mengunjungi Mesir seperti mengingat kembali bagaimana 4 tahun yang lalu kaki ini menapaki negeri syam.  Perjalanan yang luar biasa menakjubkan, membuat siapapun yang pernah mengalaminya pasti ingin mengulangnya kembali.
Usiaku masih 16 tahun saat itu, usia yang cukup muda untuk memulai safari ilmu mancanegara, menimba ilmu ke negeri orang. Doaku dahulu untuk bisa keliling dunia kini rasanya telah mulai terkabulkan. Saya selalu yakin bahwa keinginan yang kuat ditambah usaha yang maksimal, dan dimantapkan dengan doa, akan mewujudkan segala yang kita impikan. Sejak belajar di pondok pesantren, aku  memliki impian untuk melanjutkan studi ke timur tengah, karena yang ada di benakku, di kawasan itulah islam lahir, al qur’an diturunkan, para nabi dan rosul berdakwah, dan tentunya juga negeri yang berbahasa arab, bahasa utama penunjang seorang muslim untuk menyelami luasnya lautan kelimuan islam. 
Alhamdulillah, saat  kelas 3 Aliyah semester pertama, Allah mewujudkan mimpiku . Aku dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti program “ pengiriman santri ke luar negeri tahun 2010” kerjasama kementrian agama Republik Indonesia  dengan kementrian waqaf Republik Arab Suriah. Ternyata Allah lebih dahulu memilih negeri Syam untuku. Dan segala puji bagi-Nya yang telah memudahkanku untuk melewati 2 tahap seleksi kementrian agama di Bandung dan Jakarta. 

Sesuatu yang lebih menggembirakan lagi adalah, bahwa aku tidak perlu mengeluarkan sedikitpun biaya untuk keberangkatan, dan tentunya tidak perlu membebani orang tua dengan biaya ke luar negeri yang pastinya tidak sedikit. aku hanya perlu menyiapkan berbagai perlengkapan pribadi,  bekal hidup, dan tentunya persiapan mental menghadapi suasana yang akan serba asing.  
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin  aku bagi kepada kawan – kawan sekalian, insyaAllah akan  aku tuliskan di blog ini satu per satu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar