Ini hari ke- 120 aku berada di Mesir,
(ciyee udah kaya presiden yang baru dilantik aja kinerjanya diperhatiin tiap
hari) hahaha . Ada banyak pelajaran yang bisa kupetik selama keberadaanku di
sini. Mulai dari orientasi Mahasiswa Baru, ikut Talaqqi di masjid sama para syekh Mesir,
kuliah di salah satu universitas tua dunia, Al Azhar. Traveling ke
berbagai objek wisata, Piramid, spinx, sungai nil, Benteng Shalahuddin. wisata kuliner makanan-makanan Mesir,
To'miyah, Kusyari, Tojin, Kaster, Fatiroh, Hawawisyi, dsb.
selama 120 hariku di Mesir juga, banyak ragam
manusia yang kutemui, Mulai dari Masisir (Masyarakat Indonesia Mesir) yang jumlahnya
buanyak banget, dan dari berbagai pelosok nusantara , kemudian Penduduk asli
Mesir, dan juga Para Pendatang dari berbagai penjuru dunia yang belajar di
Mesir. Berbeda-beda bahasa, adat, budaya, warna kulit. Namun disatukan oleh
islam, berbahasa satu yaitu bahasa arab. InsyaAllah nanti aku ceritain
rinciannya di tulisan selanjutnya.
Mesir itu
enak buat belajar, ilmu bertebaran di mana-mana. Kamu pengen apa tinggal bilang
aja, insyaAllah ada di sini. Pengen belajar agama? Emang di sini pusatnya, ada
al Azhar,ada para syekh keren,ada syekh Dr. Ali Jum’ah, mantan mufti Mesir, ada
syekh Dr Yusri Rusydi Sayyid Abd Jabbar al-Hasani, Syeikh
Mahmud Said Mamduh, syekh
Hasan al Adawi, Syekh Dr Jamal Faruq al-Daqqaq al-Hasani, dan banyak lagi para
ulama yang ga bisa aku sebut satu –
persatu
. Talaqqi berbagai disiplin ilmu ada dimana-mana.
Bisa kita temui di masjid al Azhar, masjid sultan Hasan, masjid Asyraf
Muqattam, madyafah-madyafah, di Wisma
Nusantara, dll. Pengen belajar photografi? Ada juga, . Pengen ilmu bela diri,
ada. Pengen jago bahasa inggris? Bisa. Pengen belajar kepemimpinan atau
beroganisasi? Di sini banyak banget organisasi.
Pengen belajar masak? Wah, Mahasiswa
Indonesia di Mesir pada pinter masak. Pengen belajar bisnis? Di sini banyak
mahasiswa yang juga pebisnis. Apa lagi ya…. Pengen belajar nulis? Tersedia
banyak fasilitasnya. Pengen belajar mencintai? Wahhh…bisa juga, mencintai ilmu
maksudnya gitu, hhe. Mesir itu udah kaya miniaturnya Indonesia, serba ada. Pokonya
asik banget deh, kalo kamu pengen ikutin semua kegiatan itu, aku jamin ga
mungkin bisa terpenuhi semuanya. Mesti ada yang diprioritaskan. Pokonya Ga usah
takut kekurangan kegiatan, banyak hal bermanfaaat yang bisa kamu lakukan di
Mesir.
Contohnya
nih, sekarang aku agak bingung, untuk nentuin kegiatan apa yang mau aku ikutin
tahun ini, apa yang mau jadi prioritas aku sekarang. Kemaren sempet bingung
juga, mau ikut Pakeis (Pusat Kajian Ekonomi Islam) programnya ICMI, atau PMIK
(Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo), atau ikut Organisasi di kekeluargaan
Jawa Barat, atau Muhammadiyah, atau NU, dsb. Namun pada akhirnya, aku lebih
memilih untuk bergabung dengan “Siliwangi”, klub sepak bola kebanggaan Warga
Jawa Barat di Mesir. Selain nambah temen, badan sehat, hati juga senang, karena
emang udah jadi hobi aku main bola.
Tapi sebenernya ada alasan kuat
kenapa aku ga ikut banyak kegiatan tambahan di luar jadwal kuliah. Yaitu karena
aku pengen ngelancarin dulu hapalan al Quran, atau biasa disebut dengan istilah
muroja’ah. Tahun kemaren Alhamdulillah aku udah menyelesaikan hapalan
Qur’an 30 Juz di Indonesia. Selesai belum tentu lancar, oleh karena itu tahun
ini insyaAllah aku niat banget buat mantepin hapalan. Mudah-mudahan Allah
mudahkan niat suci tersebut, amiin.
Salah satu
yang menarik belajar di Universitas al Azhar itu adalah tanpa absen kehadiran
mahasiswa. Ya, tanpa absensi! keren ga? Kabar baik bagi anda mahasiswa malas,
hhe. Apalagi kalo tempat kamu tinggal jauh dari kampus, dijamin, perlu
perjuangan besar untuk melangkahkan kaki ke kampus. ditambah kalo cuaca udah
ekstrim, di musim dingin atau di musim panas, beuhh…perlu semangat ekstra buat
berangkat ke kampus. Mungkin rumah lebih menjadi tempat favorit dibandingkan
kampus, kecuali mereka-mereka yang dirahmati Allah untuk senantiasa istiqomah.
Seperti aku ini nih misalnya, ahahahaha. (insyaallah)
Menurut aku
kuliah di luar negeri itu, ga menjamin kamu bisa sukses di kemudian hari. Semua
kembali lagi kepada diri kita, sejauh mana perjuangan kamu dalam belajar,
bagaimana hubungan kamu sama Allah, Hubungan kamu sama manusia, itu yang
insyaAllah lebih menentukan sukses engga nya kamu. So, kamu yang kuliah di
Indonesia, bisa jadi lebih baik dari mahasiswa yang belajar di Mesir, Jerman,
Jepang, atau di negeri manapun di luar negeri. Ya itu tadi syaratnya, kerja
keras dan doa. Kalo males-malesan ya ga usah banyak berharap deh,hhe.
Intinya
adalah, ga penting dimana kamu berada sekarang, yang terpenting adalah kemana
nanti kamu akan berlabuh. Semangat terus temen-temen!, Allah seneng sama
hamba-hambanya yang bersemangat!
Kairo, 18 Februari 2015