Selasa, 17 Februari 2015

Hari ke-120 ku di Mesir



Ini hari ke- 120 aku berada di Mesir, (ciyee udah kaya presiden yang baru dilantik aja kinerjanya diperhatiin tiap hari) hahaha . Ada banyak pelajaran yang bisa kupetik selama keberadaanku di sini. Mulai dari orientasi Mahasiswa Baru, ikut Talaqqi di masjid sama para syekh Mesir, kuliah di salah satu universitas tua dunia, Al Azhar. Traveling  ke berbagai objek wisata, Piramid, spinx, sungai nil, Benteng Shalahuddin. wisata kuliner makanan-makanan Mesir, To'miyah, Kusyari, Tojin, Kaster, Fatiroh, Hawawisyi, dsb.

 selama 120 hariku di Mesir juga, banyak ragam manusia yang kutemui, Mulai dari Masisir (Masyarakat Indonesia Mesir) yang jumlahnya buanyak banget, dan dari berbagai pelosok nusantara , kemudian Penduduk asli Mesir, dan juga Para Pendatang dari berbagai penjuru dunia yang belajar di Mesir. Berbeda-beda bahasa, adat, budaya, warna kulit. Namun disatukan oleh islam, berbahasa satu yaitu bahasa arab. InsyaAllah nanti aku ceritain rinciannya di tulisan selanjutnya.

            Mesir itu enak buat belajar, ilmu bertebaran di mana-mana. Kamu pengen apa tinggal bilang aja, insyaAllah ada di sini. Pengen belajar agama? Emang di sini pusatnya, ada al Azhar,ada para syekh keren,ada syekh Dr. Ali Jum’ah, mantan mufti Mesir, ada syekh Dr Yusri Rusydi Sayyid Abd Jabbar al-Hasani, Syeikh Mahmud Said Mamduh, syekh Hasan al Adawi, Syekh Dr Jamal Faruq al-Daqqaq al-Hasani, dan banyak lagi para ulama yang ga bisa  aku sebut satu – persatu

.   Talaqqi berbagai disiplin ilmu ada dimana-mana. Bisa kita temui di masjid al Azhar, masjid sultan Hasan, masjid Asyraf Muqattam, madyafah-madyafah,  di Wisma Nusantara, dll. Pengen belajar photografi? Ada juga, . Pengen ilmu bela diri, ada. Pengen jago bahasa inggris? Bisa. Pengen belajar kepemimpinan atau beroganisasi? Di sini banyak banget organisasi. 

Pengen belajar masak? Wah, Mahasiswa Indonesia di Mesir pada pinter masak. Pengen belajar bisnis? Di sini banyak mahasiswa yang juga pebisnis. Apa lagi ya…. Pengen belajar nulis? Tersedia banyak fasilitasnya. Pengen belajar mencintai? Wahhh…bisa juga, mencintai ilmu maksudnya gitu, hhe. Mesir itu udah kaya miniaturnya Indonesia, serba ada. Pokonya asik banget deh, kalo kamu pengen ikutin semua kegiatan itu, aku jamin ga mungkin bisa terpenuhi semuanya. Mesti ada yang diprioritaskan. Pokonya Ga usah takut kekurangan kegiatan, banyak hal bermanfaaat yang bisa kamu lakukan di Mesir. 

            Contohnya nih, sekarang aku agak bingung, untuk nentuin kegiatan apa yang mau aku ikutin tahun ini, apa yang mau jadi prioritas aku sekarang. Kemaren sempet bingung juga, mau ikut Pakeis (Pusat Kajian Ekonomi Islam) programnya ICMI, atau PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo), atau ikut Organisasi di kekeluargaan Jawa Barat, atau Muhammadiyah, atau NU, dsb. Namun pada akhirnya, aku lebih memilih untuk bergabung dengan “Siliwangi”, klub sepak bola kebanggaan Warga Jawa Barat di Mesir. Selain nambah temen, badan sehat, hati juga senang, karena emang udah jadi hobi aku main bola. 

Tapi sebenernya ada alasan kuat kenapa aku ga ikut banyak kegiatan tambahan di luar jadwal kuliah. Yaitu karena aku pengen ngelancarin dulu hapalan al Quran, atau biasa disebut dengan istilah muroja’ah. Tahun kemaren Alhamdulillah aku udah menyelesaikan hapalan Qur’an 30 Juz di Indonesia. Selesai belum tentu lancar, oleh karena itu tahun ini insyaAllah aku niat banget buat mantepin hapalan. Mudah-mudahan Allah mudahkan niat suci tersebut, amiin.

            Salah satu yang menarik belajar di Universitas al Azhar itu adalah tanpa absen kehadiran mahasiswa. Ya, tanpa absensi! keren ga? Kabar baik bagi anda mahasiswa malas, hhe. Apalagi kalo tempat kamu tinggal jauh dari kampus, dijamin, perlu perjuangan besar untuk melangkahkan kaki ke kampus. ditambah kalo cuaca udah ekstrim, di musim dingin atau di musim panas, beuhh…perlu semangat ekstra buat berangkat ke kampus. Mungkin rumah lebih menjadi tempat favorit dibandingkan kampus, kecuali mereka-mereka yang dirahmati Allah untuk senantiasa istiqomah. Seperti aku ini nih misalnya, ahahahaha. (insyaallah)

            Menurut aku kuliah di luar negeri itu, ga menjamin kamu bisa sukses di kemudian hari. Semua kembali lagi kepada diri kita, sejauh mana perjuangan kamu dalam belajar, bagaimana hubungan kamu sama Allah, Hubungan kamu sama manusia, itu yang insyaAllah lebih menentukan sukses engga nya kamu. So, kamu yang kuliah di Indonesia, bisa jadi lebih baik dari mahasiswa yang belajar di Mesir, Jerman, Jepang, atau di negeri manapun di luar negeri. Ya itu tadi syaratnya, kerja keras dan doa. Kalo males-malesan ya ga usah banyak berharap deh,hhe.

            Intinya adalah, ga penting dimana kamu berada sekarang, yang terpenting adalah kemana nanti kamu akan berlabuh. Semangat terus temen-temen!, Allah seneng sama hamba-hambanya yang bersemangat!
            
Kairo, 18 Februari 2015
           


                                                                                                      

4 komentar:

  1. aku tunggu yah cerita selanjutnya :D

    BalasHapus
  2. Lebih milih siliwangi?
    bukain pintu tmen aim ya owoh.

    Smuanya bisa d dpetin. Tpi proseanya yg ga gampang. Dan Trnyata udh apal 30 jus... Lanjutin main bolanya aja , fid. Lanjutin!! Ga ush kuliah. Maen bola aj

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe...
      makasih sarannya, zi...

      jadi, qt bermain sambil belajar gitu ya...hha
      bisa bisa

      Hapus