Kali
ini aku akan sedikit bercerita tentang
Pengalamanku main bola di Mesir.
Emangnya penting ya? Hhe. buatku sih
iya, penting. Menjadi bagian dari sebuah tim sepak bola merupakan suatu
pengalaman yang sangat berkesan.
Sepakbola
memang salah satu olah raga favoritku, dan mungkin juga favorit mayoritas
anak-anak cowo. Bermula sejak SD dan terus berlanjut hingga memasuki bangku
kuliah.
Menimba
ilmu di Mesir tidak lantas menghapuskan hobiku bermain sepak bola, hobi itu
masih terus kuganderungi. Bahkan sekalipun
cuaca di Mesir terkadang agak ekstrim. Bagiku main bola itu…… bisa
sedikit menghibur diri ketika pikiran sedang ga karuan, atau menghilangkan
kejenuhan. Dan juga satu lagi, Main bola bisa menjaga tubuh agar tetap sehat,
insyaAllah.
Akhir-akhir
ini Mahasiswa Indonesia di Mesir sedang ramai membicarakan Jawa Cup, yaitu
kejuaraan sepakbola antar kekeluargaan se-pulau Jawa-Madura. Diikuti oleh 6 tim
dari masing-masing kekeluargaan. Yaitu kekeluargaan Banten, Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura. Berlangsung selama
kurang lebih 1 bulan.
Di
Mesir, setiap Mahasiswa Indonesia diharuskan terdata di kekeluargaannya
masing-masing, berdasarkan daerah domisili di Indonesia, kemudian di input
datanya oleh konsuler. Aku tinggal di Purwakarta, Jawa Barat. Maka, otomatis
aku bergabung dengan Paguyuban Masyarakat Jawa Barat, atau biasa dikenal dengan
KPMJB.
KPMJB
punya yang namanya Siliwangi FC, tim sepak bola kesayangan warga Jawa Barat di
Mesir. (coba Bayangin, timnya aja disayang, apalagi pemainnya…hehehe). Merupakan
salah satu klub peserta Pada event Jawa Cup ini, sekaligus runner up di
tahun lalu.
Sebelumnya aku sudah bercerita bahwa aku bergabung dengan Siliwangi FC. Banyak Pelajaran yang aku dapat selama beberapa kali menjalani latihan dan 3 Pertandingan kemarin. Banyak hal-hal baru yang kudapatkan selama sepak terjangku di Siliwangi FC, diantaranya adalah sebagai berikut :
Pertama,
aku belajar untuk Percaya teman, dan menjaga kepercayaannya. Dalam
Pertandingan sepak bola, ketika kita mendapat bola, kita mau tidak mau harus
mempercayakan bola tersebut untuk diberikan kepada rekan satu tim kita. Ga mungkin
dong kita bawa terus sendirian. Kita gulirkan bola ke arahnya dan kita
percayakan bahwa dia pun bisa meneruskan bola kepada rekan satu tim lainnya. sehingga diharapkan bisa
mengasilkan sebuah gol. Sebaliknya, kita juga harus bisa meyakinkan rekan satu
tim kita, bahwa kita bisa menjaga bola tersebut agar tidak terenggut oleh tim
lawan.
Kedua,
aku belajar untuk tenang tapi pasti menghadapi rintangan. Dalam
sepakbola ketenangan sangat perlu untuk dimiliki setiap pemain. Tanpa
ketenangan permainan akan kacau, dan formasi akan berantakan. Ini aku rasakan
di beberapa pertandingan Siliwangi kemarin. Mungkin salah satu sebabnya karena
aku jarang sekali mengikuti pertandingan, hanya sebatas main-main saja. Jadi, Ketika mendapat bola yang terpikirkan
saat itu adalah langsung memberikan kepada kawan, dan karena kurang tenang
terkadang bola pun malah justru direbut lawan. Memang, diperlukan sekali ketenangan, dan tindakan tepat
di setiap keadaan. Dengan kepala dingin akan selalu ada solusi bagi setiap
permasalahan, insyaAllah.
Ketiga,
aku belajar percaya diri dan bermental juara. Sepertinya, Ini merupakan
hal terpenting dalam dunia persepak bola-an. Ya! Kita harus Percaya akan kemampuan kita, dan
yakin bahwa menjadi juara adalah hak setiap orang, tidak terkecuali. Tidak
sedikit, tim yang sebenarnya hebat namun tidak dapat mencetak gol, dan akhirnya
kalah dalam pertandingan. Dan tidak sedikit pula, tim yang biasa-biasa aja tapi
dengan mental juaranya bisa memenangkan pertandingan.
Keempat,
aku belajar untuk terus menambah ilmu dan meningkatkan kemampuan. Nah, disinilah
pentingya latihan, di situ kelemahan kita bisa diketahui dan diperbaiki. Dan
ketika kita yakin dengan kemampuan kita, kita pun akan lebih percaya diri di
setiap pertandingan.
Kelima, Aku belajar untuk sportif.
Menang kalah itu biasa dalam suatu permainan. Coba bayangin kalo kedua tim
sama-sama menang, atau sama-sama kalah. Ga rame kan? Harus ada salah satu yang menang,
dan salah satu yang kalah. Ketika menang tetap rendah hati. Dan ketika kalah ga
usah kecewa dan tetap semangat. Itu hanyalah sebatas kemenangan yang tertunda bung!
Masih ada banyak pertandingan di depan.
ke-5
poin inilah yang sangat kurasakan selama mengikuti Jawa Cup, mungkin memang ada
pelajaran lain yang bisa diambil, tapi rasanya tidak sepenting ke 5 hal di
atas. Dan itu semua berlaku tidak hanya
dalam sepak bola saja, tapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Allah punya
banyak cara untuk mengajari manusia akan arti kehidupan. Ada ayat yang tersurat
atau biasa dikenal dengan istilah
Qouliyyah, ada juga ayat kauniyyah atau bahasa biasa disebut Kauniyyah. Kita mesti
pinter-pinter membacanya.
Semua
yang ada di dunia dan apa yang terjadi pada kita, yakinlah, pasti ada
hikmahnya. Baik itu menyenangkan atau pun tidak menyenangkan. Allah tau apa
yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Ada tabir yang mesti kita
singkap untuk mengetahui apa yang ada dibaliknya.
Oh
iya, ada poin penting yang harus kamu tau, aku ke Mesir bukan untuk main bola
ya. Tapi aku main bola, agar bisa
tetap enjoy menjalani hidup di
Mesir. Hhe. Tujuan utama tetap belajar, tapi ya… boleh lah kali-kali kita
refreshing dengan main bola. ^_^
Kalau
ada yang mau menambahkan silahkan tulis di kolom komentar ya….
Kairo, 27 Januari 2015


