Kamis, 26 Februari 2015

Jawa Cup




            Kali ini aku akan  sedikit bercerita tentang Pengalamanku main bola di Mesir.  


Emangnya penting ya? Hhe. buatku sih iya, penting. Menjadi bagian dari sebuah tim sepak bola merupakan suatu pengalaman yang sangat berkesan. 

            Sepakbola memang salah satu olah raga favoritku, dan mungkin juga favorit mayoritas anak-anak cowo. Bermula sejak SD dan terus berlanjut hingga memasuki bangku kuliah. 

            Menimba ilmu di Mesir tidak lantas menghapuskan hobiku bermain sepak bola, hobi itu masih terus kuganderungi. Bahkan sekalipun  cuaca di Mesir terkadang agak ekstrim. Bagiku main bola itu…… bisa sedikit menghibur diri ketika pikiran sedang ga karuan, atau menghilangkan kejenuhan. Dan juga satu lagi, Main bola bisa menjaga tubuh agar tetap sehat, insyaAllah.

            Akhir-akhir ini Mahasiswa Indonesia di Mesir sedang ramai membicarakan Jawa Cup, yaitu kejuaraan sepakbola antar kekeluargaan se-pulau Jawa-Madura. Diikuti oleh 6 tim dari masing-masing kekeluargaan. Yaitu kekeluargaan Banten,  Jakarta,  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura. Berlangsung selama kurang lebih 1 bulan.

            Di Mesir, setiap Mahasiswa Indonesia diharuskan terdata di kekeluargaannya masing-masing, berdasarkan daerah domisili di Indonesia, kemudian di input datanya oleh konsuler. Aku tinggal di Purwakarta, Jawa Barat. Maka, otomatis aku bergabung dengan Paguyuban Masyarakat Jawa Barat, atau biasa dikenal dengan KPMJB.

            KPMJB punya yang namanya Siliwangi FC, tim sepak bola kesayangan warga Jawa Barat di Mesir. (coba Bayangin, timnya aja disayang, apalagi pemainnya…hehehe). Merupakan salah satu klub peserta Pada event Jawa Cup ini, sekaligus runner up di tahun  lalu.

            Sebelumnya aku sudah bercerita bahwa aku bergabung dengan Siliwangi FC. Banyak Pelajaran yang aku dapat selama beberapa kali menjalani latihan dan 3 Pertandingan kemarin. Banyak hal-hal baru yang kudapatkan selama sepak terjangku di Siliwangi FC, diantaranya adalah sebagai berikut :

            Pertama, aku belajar untuk Percaya teman, dan menjaga kepercayaannya. Dalam Pertandingan sepak bola, ketika kita mendapat bola, kita mau tidak mau harus mempercayakan bola tersebut untuk diberikan kepada rekan satu tim kita. Ga mungkin dong kita bawa terus sendirian. Kita gulirkan bola ke arahnya dan kita percayakan bahwa dia pun bisa meneruskan bola  kepada  rekan satu tim lainnya. sehingga diharapkan bisa mengasilkan sebuah gol. Sebaliknya, kita juga harus bisa meyakinkan rekan satu tim kita, bahwa kita bisa menjaga bola tersebut agar tidak terenggut oleh tim lawan.

            Kedua, aku belajar untuk tenang tapi pasti menghadapi rintangan. Dalam sepakbola ketenangan sangat perlu untuk dimiliki setiap pemain. Tanpa ketenangan permainan akan kacau, dan formasi akan berantakan. Ini aku rasakan di beberapa pertandingan Siliwangi kemarin. Mungkin salah satu sebabnya karena aku jarang sekali mengikuti pertandingan, hanya sebatas main-main saja.  Jadi, Ketika mendapat bola yang terpikirkan saat itu adalah langsung memberikan kepada kawan, dan karena kurang tenang terkadang bola pun malah justru direbut lawan. Memang,  diperlukan sekali ketenangan, dan tindakan tepat di setiap keadaan. Dengan kepala dingin akan selalu ada solusi bagi setiap permasalahan, insyaAllah.

            Ketiga, aku belajar percaya diri dan bermental juara. Sepertinya, Ini merupakan hal terpenting dalam dunia persepak bola-an. Ya!  Kita harus Percaya akan kemampuan kita, dan yakin bahwa menjadi juara adalah hak setiap orang, tidak terkecuali. Tidak sedikit, tim yang sebenarnya hebat namun tidak dapat mencetak gol, dan akhirnya kalah dalam pertandingan. Dan tidak sedikit pula, tim yang biasa-biasa aja tapi dengan mental juaranya bisa memenangkan pertandingan.

            Keempat, aku belajar untuk terus menambah ilmu dan meningkatkan kemampuan. Nah, disinilah pentingya latihan, di situ kelemahan kita bisa diketahui dan diperbaiki. Dan ketika kita yakin dengan kemampuan kita, kita pun akan lebih percaya diri di setiap pertandingan.

                        Kelima, Aku belajar untuk sportif. Menang kalah itu biasa dalam suatu permainan. Coba bayangin kalo kedua tim sama-sama menang, atau sama-sama kalah. Ga rame kan? Harus ada salah satu yang menang, dan salah satu yang kalah. Ketika menang tetap rendah hati. Dan ketika kalah ga usah kecewa dan tetap semangat. Itu hanyalah sebatas kemenangan yang tertunda bung! Masih ada banyak pertandingan di depan.

              ke-5 poin inilah yang sangat kurasakan selama mengikuti Jawa Cup, mungkin memang ada pelajaran lain yang bisa diambil, tapi rasanya tidak sepenting ke 5 hal di atas.  Dan itu semua berlaku tidak hanya dalam sepak bola saja, tapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Allah punya banyak cara untuk mengajari manusia akan arti kehidupan. Ada ayat yang tersurat atau  biasa dikenal dengan istilah Qouliyyah, ada juga ayat kauniyyah atau bahasa biasa disebut Kauniyyah. Kita mesti pinter-pinter membacanya.

            Semua yang ada di dunia dan apa yang terjadi pada kita, yakinlah, pasti ada hikmahnya. Baik itu menyenangkan atau pun tidak menyenangkan. Allah tau apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Ada tabir yang mesti kita singkap untuk mengetahui apa yang ada dibaliknya. 

            Oh iya, ada poin penting yang harus kamu tau, aku ke Mesir bukan untuk main bola ya. Tapi aku main bola, agar  bisa tetap  enjoy menjalani hidup di Mesir. Hhe. Tujuan utama tetap belajar, tapi ya… boleh lah kali-kali kita refreshing dengan main bola. ^_^

            Kalau ada yang mau menambahkan silahkan tulis di kolom komentar ya….
           
Kairo, 27 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar