Kamis, 25 Juni 2015

Renungan di malam ke-8 Ramadhan



Ada kalanya hati ini merasa  sepi di tengah keramaian, merasa hampa di antara kerumunan orang, merasa tandus di kala derasnya obrolan manusia.  Betapa sering kedamaian hadir justru di kesendirian, saat tiada seorang pun kecuali aku dan tuhan. Oh…Betapa rindu jiwa ini akan kemesraan bersama Nya, sahutan akan seruanNya, menghayati  ketulusan kasih dan sayangNya.

Terkadang kesibukan melupakanku untuk mengingatMu. Bangga dengan kemampuan diri, bertumpu pada kuasa makhluk, dan akhirnya merasa cukup tanpa perlu nasehatMu. membicarakan agama namun tak mendapatkan esensi agama. Mempelajari islam tanpa cita rasa. Menghapal tanpa beramal.

Ya Allah…. Jangan biarkan aku terombang-ambing tanpa arah di samudera kehidupanMu ini. Bimbinglah aku dalam setiap gerak dan langkahku. Iringi aku di setiap aktivitasku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba yang sama sekali tak tahu tujuan tanpa arahanmu. Ibarat Seorang nelayan amatir dengan sebuah perahu sederhana di luasnya lautan kehidupan.  Kalau bukan karena pertolongan Allah pastilah tenggelam tertempa dahsyatnya ombak.

Kawan-kawan…..ingatkanlah aku di saat khilaf. Tegur aku ketika salah. Maafkanlah aku jika menyakiti. Karena aku hanyalah manusia biasa, yang jauh dari sempurna. Dekat dengan ketidakberdayaan. Rentan akan kesalahan.


Jadilah orang beruntung. Yang mengimani kebenaran, mengamalkan kebenaran, dan saling mengingatkan akan kebenaran. 


Kairo, 26 Juni 2015
studio LSGP - Pasangrahan KPMJB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar