Jumat, 19 Juni 2015

Imtihan



Sepertinya udah sekitar sebulan saya ga nulis di blog. Maklum lah,  musim ujian mah emang gitu. Semua terfokus untuk ujian dulu. Hati, pikiran dan tenaga benar-benar  dipersiapkan agar matang menghadapi ujian. Jalan-jalan dikurangi, main bola di-stop sementara, baca novel ditunda dulu. Pokonya sekiranya ada hal yang mengganggu ujian maka mau ga mau mesti dikesampingkan dahulu. 

Dalam islam ada yang dinamakan dengan “Fiqih Awlawiyyat” atau dalam bahasa indonesianya “Fiqih prioritas”. Seorang muslim dituntut untuk bijak dalam menentukan prioritasnya. Dalam kasus ini, saya lebih memprioritaskan dahulu untuk membaca , menghapal dan mengulang-ulang diktat kuliah yang ga sedikit. Semester ini ada 10 mata kuliah di Fakultas Ushuluddin tingkat I. AlQur’an, Tafsir tahlili, Qashashul Qur’an, Tauhid, Tasawuf, Ushul Da’wah, Hadits tahlili, Ulumul Hadits, Milal wa nihal, dan Bahasa Inggris. Yang pasti akan terasa berat jika baru mulai membacanya saat beberapa hari menjelang ujian.

Kita semua mungkin sudah familiar dengan istilah “SKS” yaitu Sistem Kebut Semalam. Di kalangan masisir (mahasiswa Indonesia Mesir) pun tentu ada, namun beda penerapan, menjadi “Sistem Kebut Sebulan”. Buat kalian yang akan menghadapi ujian, pokonya jangan coba2 deh sama yang namanya “Sistem Kebut Semalam” tanpa pernah membaca mata kuliah tersebut, minimal satu kali sebelumnya. Hampir bisa dipastikan bakal repot sendiri. Bagusnya tuh semua pelajaran dibaca jauh-jauh hari, dan kembali diulang sekaligus dihapal menjelang ujian.

Ujian memberi makna yang dalam dalam episode kehidupanku di mesir ini. Ujian mengingatkanku bahwa ternyata hidup ini ga asik kalo cuman datar-datar aja. Kita mesti mencari tantangan yang benar-benar menguji mental kita, menuntut usaha lebih dari yang biasanya, do’a yang lebih dari biasanya, ibadah yang lebih dari biasanya, dan optimisme yang lebih tinggi dari biasanya. Kita harus keluar dari zona nyaman kita. kenyamanan terkadang membuat kita terlena, enggan meningkatkan kemampuan, dan akhirnya cuek dengan masa depan.

Di masa-masa ujian kemaren, nampaknya tiap detik terasa amat sangat berharga. Entah bagaimana tanggapan mahasiswa lain, yang  jelas pada 3 minggu masa ujian itu saya ga suka kalo banyak terganggu hal ini-itu, yang memecah konsentrasi untuk belajar. Bahkan, ajakan main bola pun tak cukup ampuh untuk membuatku berpaling dari buku-buku pelajaran.  Terkecuali  amanat-amanat  sebagai seorang pengurus  KPMJB Mesir (Keluarga Paguyuban Masyarakat  Jawa Barat Mesir) yang mau tak mu harus ditunaikan.

Ujian, kalo dipikir-pikir indah ternyata ya. Kemampuan kita benar-benar diuji. Ketajaman berpikir kita terus terasah, dan yang lebih hebatnya lagi, bisa mengubah kebiasaan seseorang. Percaya ga percaya, di masa-masa ujian hampir setiap menitnya dihiasi dengan  buku. Setiap tidur pasti di samping kepala terdapat buku, tidak lama setelah bangun tidur buka buku lagi, sambil masak baca buku, di bis kota baca buku, menunggu antrean sambil baca buku. Waaaah, pokonya kerasa banget jadi mahasiswanya. 

Ujian juga membuat seorang hamba lebih dekat dengan tuhannya. Bagaimana tidak, aliran doa tercurahkan di setiap saat. Karena Kekhawatiran seringkali membuat seorang hamba mencari ketenangan dengan mengadu pada Nya. Tak cukup disitu, kualitas ibadah seorang hamba pun meningkat. Karena bagaimana Allah akan suka jika penghambaan kita kepadaNya pas-pas an. Karena hampir smua rahasia sukses  senior-senior saya  yang berhasil di Mesir adalah seperti itu, rajin-rajin shalat malam, shalat dhuha, shaum sunnah, dan ibadah-ibadah lainnya.

Alhamdulillah  ujian termin II telah usai. dimulai sejak hari sabtu, 16 Mei 2015 hingga Sabtu 6 Juni 2012 kemaren. Ujian di 10 mata kuliah telah tuntas selama 3 minggu.  mudah-mudahan kebiasaan-kebiasaan baik di masa ujian bertahan meski di hari- hari biasa, dan bahkan bisa meningkat. Mengingat kita sudah berada di bulan sya’ban, dan tinggal beberapa hari menjelang bulan Ramadhan, bulan yang dinanti-nanti oleh umat muslim. Mudah-mudahan pula kita semua bisa istiqomah di jalan yang benar, dan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Amiin.

Kairo, 8 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar