Selasa, 14 April 2015

"dia" yang mulai menambah warna hidupku di Mesir



Cuaca Kairo sedang tidak menentu. Terkadang Panas, terkadang dingin. Menjadikan peran jaket sebagai sesuatu yang penting, atau pula tak dibutuhkan. Perlu pertimbangan matang-matang, antara mengenakan pakaian tebal,  tipis, atau pun diantara keduanya.  

Seharusnya Penduduk Indonesia lebih bersyukur akan kondisi alam Indonesia yang relatif stabil. Tidak ada musim dingin, dan tidak ada musim panas. Menjadi penengah diantara keduanya. Senantiasa nyaman untuk dipakai berbagai aktifitas.

Di Negara-negara 4 musim seperti di sini, kadang cuaca menjadi kendala. Meskipun pada akhirnya semua itu kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Tergantung bagaimana mereka menyikapinya. Bisa menjadi hambatan, bisa juga menjadi peluang. Hambatan karena memang udara dingin itu nikmat untuk dipakai tidur. Juga cuaca panas yang bisa memecah konsentrasi belajar kita. Atau bisa juga menjadi Peluang bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh. 

Kairo… in lam taqharha qaharatka. Kairo itu…. Jika kamu tidak mampu menaklukkannya, maka dia yang akan menaklukkanmu. Begitulah perumpamaan yang sering aku dengar dari beberapa guru dan kawan. Kairo itu memang penuh tantangan. Perlu srategi khusus untuk menyiasatinya. Jangan banyak berharap jika kamu hanya membiarkannya berjalan begitu saja seperti air yang mengalir. Karena kita tidak tahu, meskipun kita berharap air itu mengarah ke sebuah lautan yang indah, toh  bisa saja air itu justru mengalir menuju sebuah septic tank.

Berbicara tentang srategi belajar, aku pun punya srategi. Karena banyak hal yang menuntut perhatianku. Mulai dari Keluarga,  Hapalan Qur’an , Diktat Kuliah, kawan-kawan, juga termasuk ” si dia ” yang mulai mewarnai hari-hari ku. Ya, “dia” yang beberapa pekan ini mulai meminta perhatian lebih dariku. minta dikunjungi, dan bahkan minta kepastian dariku. Namanya KPMJB Mesir. Nama panjangnya Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat di Mesir. Sebuah organisasi yang mewadahi Masyarakat Jawa Barat yang berada di Mesir. 

Selepas menjadi panitia pada Sidang Permusyawaratan Anggota KPMJB, aku mendapatkan amanah dari gubernur terpilih sebagai Bendahara umum. Sebuah posisi, yang kalau saja aku tidak diminta untuk mendudukinya, aku tak akan memintanya. Banyak hal yang dipertimbangkan, telah kuulas di tulisan sebelumnya. Yaitu memantapkan kembali hapalan qur’anku. 30 juz, yang tentu butuh perhatian lebih. Disamping itu, jadwal kuliah, talaqqi, dan beberapa kesibukan lainnya.

Sebuah pertimbangan pasti dibarengi sebuah konsekuensi. Bisa menjadi hambatan atau justru menjadi Peluang. Sebagaimana banyak berbagai hal di dunia ini tak seindah dengan yang dilihat kasat mata. Banyak Juga hal-hal yang tak serumit kelihatannya. Ya, bagaimana pun itu. Selama tidak mengganggu tujuan awalku datang jauh-jauh ke Mesir, yaitu belajar. It’s OK lah.

Sabtu, 11 April 2014 aku dan pejabat lainnya resmi dilantik oleh gubernur KPMJB
. Disaksikan oleh MPA, presiden PPMI Mesir, juga segenap warga KPMJB Mesir.

Akhirnya.... nama “si dia” mulai kumasukkan dalam jadwal rutinitas harian, mingguan, bulanan, dan tahunanku. Supaya semua konsentrasiku terbagi dengan baik, optimal, dan tidak ada yang terzhalimi.

Kututup tulisan ini dengan harapan.

Aku tak meminta agar diringankan beban hidup ku, tapi kuminta agar Allah SWT senantiasa menguatkan pundakku, mengokohkan langkahku, melapangkan dadaku,  untuk memikul setiap beban.  Memudahkanku setiap ada permasalahan, dan membimbingku menuju jalan-Nya yang penuh keridhoan.

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘azaabannar.

Ditulis di sekretariat KPMJB Mesir.
Kairo, 14 April 2015

3 komentar: